26 Mar 2009

Crowley si "Senjata Dua"

Pada tanggal 7 Mei 1931, perburuan penjahat paling sensasional di kota New York akhirnya sampai pada klimaksnya. Setelah berminggu-mingu pencarian, Crowley si “Dua Senjata” , sang pembunuh, perampok bersenjata yang tidak merokok dan tidak minum-minum minuman keras berada dalam posisi bertahan, terjebak dalam apartemen kekasihnya di west End Avenue.

Seratus limapulah polisi dan detektif mengepung tempat persembunyiannya. Mereka membuat lubang-lubang diatap, berusaha memancing keluar Crowley, si “Pembunuh polisi” dengan gas air mata kemudian menempatkan pra penembak jitu di gedung-gedung sekitarnya dan selama lebih dari satu jam area itu hanya dipenuhi suara letusan-letusan senjata. Sepuluh ribu orang tercekam menyaksikan pertempuran itu. Belum pernah kejadian seperti itu terjadi New York sebelumnya.

Ketika Crowley tertangkap. Komisaris Polisi E.PMulrooney menyatakan bahwa si bandit dua senjata merupakan salah satu kriminal kriminal yang paling berbahaya yang pernah tercatat. “Dia akn membunuh hanya karena sehelai bulu yang jatuh” ujar Komisioner.

Tapi bagaimana Crowley si “ Dua Senjata” memandang dirinya sendiri?. Kita tahu, Karena saat polisi mengepung apartemennya, dia menulis sepucuk surat yang ditujukan “Untuk mereka yang berkepentingan”. Saat dia menulis itu baku tembak sudah terjadi dan ketika itu darah sudah mengalir keluar dari lukanya dan meninggalkan bekas di kertasnya. Dalam suratnya Crowley berkata “ Di balik pakaian saya ada sebuah hati yang letih, tapi sebuah hati yang baik, yang tidak tega melukai siapapun”.

Sebelum hal ini terjadi, Crowley baru saja mengadakan kencan dengan pacarnya di pinggir kota Long Island. Tiba-tiba seorang polisi muncul dan menghampiri mobilnya seraya meminta surat mengemudinya.Tanpa berkata sepatah katapun Crowley menarik picu Senjata dan menembak polisi itu hingga mandi darah. Setelah itu Crowley melompat keluar mobil, merampas senjatanya dan menembakkannya ketubuh polisi itu yang sudah bersimbah darah. Dan itulah si pembunuh yang berkata “ Di balik pakaian saya ada hati yang letih, tapi sebuah hati yang baik, hati yang tidak tega untuk menyakiti siapapun.

Crowley akhirnya dihukum mati di kursi listirik. Begitu dia tiba di penjara, apakah dia berkata “ inikah yang saya peroleh karena membunuh orang?”. Tidak, dia berkata “ Inilah yang saya peroleh karena membela diri”.

Apa maksud cerita ini? Hal yang terpenting adalah Crowley tiadak menyalahkan dirinya sama sekali. Apakah itu sikap yang biasa bagi manusia coba lihat kalimat ini. “Saya sudah melewatkan tahun-tahun dalam hidup saya memberi orang-orang kesenangan, membantu mereka mnikmati hidup, dan coba lihat apa yang saya dapat adalah perlakuan kejam , sebagai orang yang paling diburu”.

Itulah ucapan Al-Capone, musuh masyarakat paling terkenal, peminpin Genk yang paling kejam yang pernah membantai Chicago. Capone tidak menyalahkan dirinya sama sekali malah dia menganggap dirinya sebagai dermawan yang tidak dihargai dan dimengerti secara keliru.
Coba anda ke sebuah penjara, dan tanya mereka apa penyebabnya mereka disana.Hanya sedikit dari mereka yang menganggap dirinya sebagai orang jahat. Mereka sama manusiawinya dengan kita. Hampir semuanya memberikan alasan logis atau keliru, membenarkan tindakan mereka, karenanya mereka selalu berpendapat bahwa mereka tidak patutu untuk dipenjara.

Kalau Al-Capone, Crowley dan pria-pria lain dibalik tembok penjara itu tidak menyalahkan dirinya sendiri. Bagaimana dengan halnya kita dan orang-orang disekitar kita.
READ MORE - Crowley si "Senjata Dua"

18 Mar 2009

Pulang Dari All England


Gagal total, itulah ungkapan yang tepat jika melihat tim bulutangkis Indonesia di beberapa turnamen terakhir ini. Pulang dari All England dan Swis terbuka tanpa gelar ya itulah tim bulutangkis kita. Indonesia bukan lagi Indonesia yang dulu yang selalu membawa pulang salah satu gelar di All England. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?.
Tentunya kita sangat prihatin dengan keadaan ini, diawal tahun sudah gagal mendapatkan gelar. Ada sebuah kejadian menarik menimpa saya sebelum All england Digelar. Saya ditanya salah satu sahabat saya yang juga merupakan pelatih dan mantan pemain bulutangkis. Pertanyaan yang sederhana tapi membingungkan buat saya, pertanyaan yang hanya menanyakan peluang Indonesia di All England.

Sebagai pelatih saya diminta objektif tapi saya juga pemain yang harus yakin bahwa kita bisa. Sebagai pelatih tentunya jawaban saya adalah “peluang kita kecil sekali lihat saja China yang sudah mempersiapkan timnya dari jauh hari bahkan sampai mewajibkan mereka ikut pelatihan ala militer segala” Tapi di lain sisi sebagai pemain saya harus menjawab “ tentu kita bisa lihat saja pemain-pemainkita yang sudah banyak gelar dan pengalaman”.
Hal itu menjadi dilema sendiri bagi saya.Kembali ke pokok masalah jadi sebenarnya apa penyebab tim kita sekarang mengalami hal itu?. Masalah ini tentunya harus ditemukan cepat dan ditanggulangi dengan tepat agar turnamen berikutnya kita tidak pulang tanpa tangan hampa kembali. Banyak sekali hal yang menyebabkannya mungkin karena pergantian ketua PBSI yang baru, mungkin karena banyak pemain yang keluar dari pelatnas, mungkin karena kurangnya masa pelatihan pemain atau mungkin karena akan adanya pemilu.

Siapa yang tahu masalah tim Indonesiayang sebenarnya?. Benar bahwa yang dituliskan diatas berpengaruh tapi jika itu dijadikan sebuiah alasan untuk suatu kekalahan saya kira hal ini tidak bahkan sama sekali kurang tepat. Janganlah kita jadikan hal-hal itu menjadu penyebab kenap kita menjadikan hal-hal tiu sebagai motivasi pemain kita. Yang Jelas satu hal jika hal ini tidak segera diubah maka tahun ini tim bulutangkis kita akan pulang dari setiap turnamen hanay dengan keringat mereka.
READ MORE - Pulang Dari All England

10 Mar 2009

MESIN WAKTU


Mesin waktu itulah yang terlintas pertama kali saat saya merasa ada yang salah dan kesalahan itu berakibat fatal. Jika saya mempunyai mesin waktu itu, saya bisa mengulang dan memperbaiki kesalahan-kesalahan saya itu. Sayangnya hal itu tidak mungkin terjadi karena didunia ini memang tidak ada yang namanya mesin waktu.

Rasanya begitu banyak kesalahan yang harus saya perbaiki jika saja mesin waktu itu benar-benar ada. Kesalahan-kesalahan itu mungkin sudah tidak terhitung lagi banyaknya, dan setiap kali ada kesalahan pikiranku langsung terbang menuju khayalan jika saja mesin waktu itu ada. Mesin waktu yang bisa mengubah segala kesalahan itu saya anggap sebagai solusi sempurna untuk masalahku ini.

Pernah saya melakukan suatu kesalahan dan masih saja kesalahan itu menjadi hantu masa lalu saya. Tidak mudah melupakannnya mungkin itu semua karena akibat dari kesalahanku yang satu ini terasa sampai sekarang. Kesalahan yang sangat fatal ini membuat saya lama-lama menjadi jenuh, tidak heran hasrat untuk memiliki mesin waktu itu semakin besar.

Setiap hari jika tidak ada yang dipikirkan entah kenapa pikiranku itu membuka khayalan jika saja mesin waktu itu ada. Mulai dari hal yang baik sampai hal-hal yang jahat dan tidak pantas dilakukan sudah terencana jika mesin waktu itu benar-benar ada. Tiba-tiba saat sedang menghayal itu saya teringat satu kesalahan yang lalu. Kesalahan yang satu ini terbilang unik, kesalahan yang ini saya anggap sebagai kesalahan yang indah. Tanpa kesalahan ini mungkin hidupku tidak seperti sekarang yang sudah mendekati impian saya.

Tanpa kesalahan itu mungkin saya tidak akan pernah belajar sesuatu yang penting dalam hidup ini. Anehnya lagi saya malah bersyukur dengan kesalahan ini. Kesalahan yang mungkin fatal tapi saya belajar sesuatu dari kesalahan itu.Ternyata kesalahan yang indah ini mengubah pikiran saya yang selalu menganggap kesalahan itu selalu buruk. Kesalahan itu ternyata tidak selamanya buruk, kesalahan terkadang juga bisa membuat orang bersyukur.

Sekarang jika saya berpikir lagi dan ditanya jika mempuyai mesin waktu apa yang akan saya lakukan?. Saya akan hanya akan menjawab “ Saya akan kembali kemasa lalu dan melihat semua kesalahan saya itu dan mencoba membiarkan kesalahan itu terjadi, karena mungkin kesalahan itulah yang membuatku seperti ini. Biarlah kesalahan itu terjadi toh itu hanya masa lalu yang sudah lewat”.
READ MORE - MESIN WAKTU

1 Mar 2009

arti dari sebuah keberanian

Di suatu weekend, saya dan teman-temanku pergi kesebuah kawasan rekreasi di Jakarta. Kami pergi berlima bersama-sama dengan niat yang satu yaitu melupakan semua masalah untuk hari itu saja. Memang kami mempunyai dunia yang berbeda-beda namun kami punya kesamaan yaitu mulai merasa jenuh dengan apa yang biasa kami lakuakan tapi kami tidak mau kejenuhan ini mempengaruhi apa yang seharusnya kami lakukan.

Saya pribadi sudah mulai merasa jenuh dengan keseharian saya, tidak biasanya saya merasa sejenuh ini beberapa tahun belakangan ini. Biasanya untuk mengatasi kejenuhan itu cukup dengan pergi menikmati liburan saja. Tapi liburan yang telah dilakukanpun tidak membantu, setiap kali liburan selalu saja ada pikiran menganggu seolah-olah ada saja yang tidak membiarkan aku larut dan menikmati liburan itu.

Setiap liburan-liburan itupun bukannya menyelesaikan satu masalah malah menimbulkan masalah yang baru saja. Masalah kejenuhanku saja belum teratasi tapi ada saja masalah yang lain. Masalah yang memang bukan tentang diriku tapi masalah orang lain yang harusku atasi karena memang itulah kehidupan lainku.

Liburan kali ini kami sepakat menikmatinya tanpa ada gangguan dari apapun dan siapapun, untuk itulah kami membuat suatu peraturan yang sederhana. Yang pertama segala alat komunikasi harus dikumpulkan di satu tas dan tidak boleh dilihat kecuali saat istirahat dan yang kedua adalah tiap orang tidak boleh membahas dan mengomentari apapun disana nantinya.

Peraturan pertama memang simpel dan mudah dilaksanakan tapi peraturan yang kedua menjadi suatu masalah lain. Ada temanku yang bernama Wisnu bertanya maksud peraturan yang kedua itu karena kurang begitu mengerti. Peraturan yang kedua memang cukup sulit tapi itu semua dibuat supaya kejadian seperti tahun lalu tidak terulang.

Kejadian dimana salah satu dari kami mencetuskan kalimat-kalimat yang mengundang perhatian kami berlima, memang hanya kalimat yang sederhana tapi maknanya sangat banyak lalu bukannya kami menikmati liburan itu malah membuat liburan itu menjadi acara debat bagi kami. Saya akui temanku itu tidak sengaja karena sudah kebiasaan kami mengomentari,mengkritik,dan mengucapkan kalimat jika saja kami merasa ada yang kami kagumi dan sesali

Kejadian yang tentunya membuat kacau acara liburan kami itu tidak ingin terulang kembali, jadi untuk itulah peraturan yang kedua dibuat. Dua peraturan yang sederhana tapi tetap saja berat untuk dilakukan. Dua peraturan yang jika dilanggar akan menghancurkan liburan kami.

Kami sepakat berangkat jam 07.30 karena memang takut terlambat. Diperjalanan kami masih asik dengan Hp kami masing-masing. Hal ini memang saya biarkan dahulu biarlah mereka menikmati kesibukannya.

Saat sudah mendekati tempat tujuan barulah kesepakatan pertama dilakukan yaitu mengumpulkan Hp-Hp kami disatu tas. Dan sebelum turun sekali lagi kemi mengucapkan peraturan yang kedua. Peraturan yang sebenarnya peraturan terpenting dalam liburan kali ini.

Setelah turun dan berjalan sejenak kami masuk dan menikmati wahana-wahana yang ada bersama-sama. Wahana demi wahana kami naiki dengan diiringi canda tawa. Hari itu seolah kami sudah melupakan bahwa nantinya di luar setelah selesai ini semua kami harus menghadapi dunia kami masing-masing dengan segala macam intrik dan masalahnya.

Liburan yang memang baruku rasakan setelah beberapa waktu tidakku rasakan lagi. Segala macam pikiran tentang tugas, target dan masalah lainnya hilang begitu saja. Untuk hari itu saya merasa seperti anak kecil yang hanya tau untuk bersenang-senang dan bermain.

Semuanya bagiku terasa lancar pada awalnya sampai pada saat kami memutuskan untuk menaiki sebuh wahana baru yang memang mengadu nyali kami. Kami sepakat untuk naik wahana itu untuk membuktikan keberaniaan diri kami masing-masing.

Benar-benar gila wahana ini dalam hatiku, bukan hanya menguji nyali yang naik saja tapi juga menguji nyali kami yang belum naik. Rasa was-was dan takut sejenak menyelimutiku tapi bagi orang yang tidak mempunyai rasa takut mungkin hal ini biasa.

Rasa takut dan was-was itu semakin menjadi ketika pikiranku itu mulai bergerak kebagian terlarang yaitu bagian dimana seharusnya aku memperhitungkan segala resiko terbesarnya. Awalnya bagian terlarang dalam pikiranku ini sengaja tidakku buka karena hanya menganggap ini hanya liburan biasa, namun tantangan untuk naik wahana yang cukup bahkan bisa dibilang sangat ekstrim ini membuatku terpaksa membuka bagian terlarang itu.

Sejenak memang ketakutan menyelimuti pikiranku dan sudah ada niat untuk mengundurkan diri dari tantangan temanku itu. Berbagai alasan sudah siap untuk perlawanan, namun setelah kututup kembali bagaian terlarang dari pikiranku itu barulah aku berani kembali.

Ternyata ketidakadaan rasa takut temanku yang lain hanya berlaku untuk tiga temanku yang lainnya saja dan tidak berlaku untuk Wisnu. Di wajahnya terpampang jelas ketakutan itu, tidak tega juga memaksa temanku itu untuk naik bersama namun naik atau tidaknya dia adalah keputusannya sendiri. Setelah beberapa saat Wisnu mengeluarkan keputusan yang agak membuat kami sedikit kecewa.

Keputusan untuk tidak naik wahana itu bersama kami padahal sebelum berangkat kami sudah berjanji untuk naik semua wahana bersama-sama. Hal ini memang membuat temanku yang lain kecewa. Kami lalu berusaha membujuknya tapi tetap saja Wisnu tidak mau naik wahana itu. Sampai-sampai ada temanku yang berkata “Payah pengecut banget kayak gw dong berani” memang keyataannya orang ini mempunyai sikap berani yang tinggi atau lebih tepatnya tidak takut apapun.

Akhirnya setelah lama dibujuk dan didesak barulah Wisnu mau naik. Bisa dibilang untuk kali itu saya takjub pada Wisnu yang bisa melawan rasa takutnya. Melawan rasa takut bukanlah hal yang mudah untuk dilkukan tapi hal itu sudah ditunjukkan oleh Wisnu. Walaupun begitu dalam pikiranku masih tersimpan tanda Tanya apakah sebenarnya arti dari keberanian itu sebenarnya? Jawabannya ada di kata-kata yang berwarna merah.

READ MORE - arti dari sebuah keberanian

18 Feb 2009

14 Februari

Saat perjalanan pulang saya melihat banyak sekali penjual bunga di pinggir jalan. Tidak seperti biasanya hal ini terjadi dan saya yakin pasti ada hal yang spesial dibulan ini. Saya berpikir keras ada hal apa dibulan ini, beberapa kali juga saya melihat kalender di Hp, tapi sayangnya tidak ada satupun event yang tercatat disana.
Tida sadar saya telah melewati penjual-penjual itu beberapa meter dan saya melihat sebuah reklame besar. Setelah melihat reklame itulah bahwa saya baru menyadari dibulan ini ada. Valentine day memang ridak saya cantumkan kekalender karena saya kira hari itu kurang penting buat saya.

Event Valentine day kali inipun saya anggap tidak perlu, jadi tidak heran saya tidak terlalu peduli tentang hari itu. Saya pikir ada hal yang lebih penting untuk dilakukan dan saya terlalu sibuk dengan urusan-urusan lain yang membuatku tetap hidup.
Mungkin saya bisa dibilang orang yang terlalu mengedepankan kehidupan pribadi tapi setiap kali ada yang bilang saya seperti itu saya langsung bantah anggapan orang itu. Namun anggapan orang yang melihat saya selalu mengedepankan kehidupan pribadi saya untuk beberapa waktu belakangan ini mungkin ada benarnya juga. Saya terlalu fokus dengan pekerjaan-pekerjaan saya, saya terlalu terburu-buru dengan berbagai target saya.

Sebenarnya walaupu begitu saya sudah mempunyai seseorang untuk dicintai dan disayangi. Saya menganggap orang ini malaikat penghibur saya saat saya mulai jenuh dengan semuanya. Orang inipun selalu ada disaat saya butuhkan.
Nama orang ini Laura, sudah dua tahun kami bersama. Dua tahun yang indah memang. Selain itu saya terhitung beruntung memiliki dia karena dengan kesibukanku hampir jarang saya mengajaknya jalan keluar bisa dia maklumi hal itu. Saat berpikir ini tiba-tiba teringat kata-kata temanku yang mangkritiku yang tidak sering mengajak Laura jalan keluar dan menganggap saya sebagai orang yang egois.

Kata-kata itu sempat lama ada dipikiranku, memang benar setahun belakangan ini karena kesibukkanku itu bisa dihitung dengan tangan berapa kali saya mengajak Laura jalan. Tidak adil memang jika saya tidak mengajak Laura jalan keluar dan lebih mementingkan urusan lain. Saya seolah tidak mempunyai waktu untuk membalas apa yang telah dilakukan laura padaku.

Tidak ada hari yang bisa saya luangkan untuk mengajaknya jalan. Hari Sabtupun saya sibuk untuk latihan di klub jadi hampir tidak ada hari untuk dirinya. Sungguh hal yang saya kira awalnya sepele sewaktu saya berkata dalam hati ah dia juga ngerti kok pada saat memakai waktu yang seharusnya saya pakai untuk mengajaknya jalan.
Dalam hati saya bertanya apakah saya orang egois dan hanya mementingkan diriku sendiri. Jika tidak kenapa tidak ada waktu untuk mengajaknya jalan di tahun ini. Ah terlalu egois memang diriku ini. Tapi keegoisan itukan untuk masa depanku. Masa depan yang selama ini telahku bayangkan.

Sekarang barulah akau menyadari memang kita harus meluangkan waktu untuk seseorang yang kita sayangi dan cintai. Untuk itulah saya pikir perlu sekali-kali merayakan Valentine day ini. Sebelum terlambat luangkanlah waktu untuk orang kita cintai dan sayangi begitulah yang kutahu untuk hari itu.
READ MORE - 14 Februari

15 Feb 2009

DIOHORMATI ATAU DITAKUTIKAH KITA

Setiap orang yang pasti ingin dihormati orang lain, tapi mendapatkan suatu penghormatan dari orang lain bukanlah hal yang mudah. Ada kata-kata lama yang menyebutkan jika ingin dihormati orang maka hormatilah orang lain terlebih dahulu, memang bukan hal yang sepele namun bisa kita coba. Namun ada persamaan antara dihormati dan ditakuti bahkan kita terkadang tidak tahu kita dihormati atau ditakuti orang lain.

Cerita :
Suatu kala ada seorang Direktur Eksekutif di sebuah perusahaan multinasional. Masa muda Direktur ini dulunya dipenuhi dengan kebanggaan. Bangga karena pintar dan dapat lulus dengan angka memuaskan. Dan karena itu maka dia bersikap angkuh pada orang yang tidak sepandai dirinya. Keangkuhan ini tumbuh menjadi suatu keegoisan saat bekerja. Direktur ini egois karena mengejar karir secepat mungkin, tanpa mempertimbangkan perasaan orang yang diduluinya. Yang penting menurutnya adalah sampai di tujuan dengan cepat tanpa pernah sadar bahwa kepandaian dan caranya memenangkan perdebatan di meja rapat dapat menyakiti teman dan seniornya sendiri. Waktu itu yang ada dalam pikirnya ‘yang penting dewan direksi senang dan puas dengan kinerjaku’. Maka dari itu karirnya pun melesat cepat bak meteor, dan inipun berpengaruh dengan gaji dan fasilitas yang dimilikinya.

Selain itu dia juga seorang yang ingin semuanya berjalan lancar jadi tidak heran jika ada bawahannya yang melakukan kesalahan langsung dimarahinya. Walaupun begitu semua bawahannya tetap menjalani semua perintah sang direktur ini. Pada suatu hari si direktur ini mengundang anaknya yang nantinya akan menggantikannya ke kantor. Si anak setelah seharian berkeliling kantor, melihat semua karyawan patuh pada perintah ayahnya dan tidak ada yang membantahnya, dan si anak berkesimpulan bahwa ayahnya dihormati terlebih lagi karena dia merasa ayahnya mempunyai kekuatan di perusahaan itu.

Suatu hari direktur tersebut mengalami kecelakaan pada saat pulang dari kantornya dan akhirnya meninggal dunia. Dirumahnya pada saat sebelum pemakamannya hanya terlihat beberapa orang temannya saja sungguh hal yang aneh karena mengingat posisinya sebagi direktur terlebih lagi hanya terlihat 1,2 karyawannya yang datang. Akhirnya setelah si direktur ini dimakamkan sang anak diangkat menjadi direktur perusahaan tersebut.

Belum segenap seminggu si anak menjadi direktur ada seorang OB (Office Boy) yang meninggal dunia karena sebagai direktur baru ia menyempatkan diri melawat ke rumah si OB yang meninggal tadi. Sesampainya di rumah si OB yang meninggal dia terkejut betapa banyaknya yang melawatnya dan semua karyawan perusahaan datang kesana untuk melawat, sungguh pemandangan yang berbeda waktu ayahnya yang direktur meninggal dunia. Akhirnya karena penasaran dia bertanya kepada salah satu karyawan yang datang kenapa banyak sekali yang datang. Si karyawan lalu hanya menjawab “dia dihormati oleh kayawan disini”

Selesai dia melawat dan pulang kerumahnya dia tetap memikirkan kata-kata yang diucapkan oleh karyawannya. Keesokkan harinya pad saat bekerja dia panggil kembali karyawan yang ditanya pada saat melawat si OB and ditanyanya “Saya ingin kamu jujur jawab pertanyaan saya, kenapa saya lihat banyak sekali orang yang melawat kemarin sedangkan pada saat ayah saya meniggal sedikit sekali dari kalian melawat padahal jabatan ayah saya lebih tinggi?”. Dengan perasaan ragu si karyawan ini menjawab “Itu karena alm Udin (nama si OB) kami hormati dia membantu kami kapan saja walaupun sebenarnya terkadang bukan tugasnya.”. “bagaimana dengan ayah saya apa kalian tidak menghormatinya jadi kalian tidak datang bukannya kalian menghormatinya kalian mematuhi semua perintahnya” bentaknya “Ayah anda bukan dihormati oleh karyawan tapi ditakuti mereka takut dipecat jika ada yang salah,jika tidak mematuhi perintahnya jadi sebenarnya kami bukannya hormat tapi takut.” Dengan nanda yang sedikit pelan jawab karyawannya.

Setelah dia pulang dia merenungkan kembali kata-kata si karyawan. Dia bingung apakah perbedaan dihormati dan ditakuti. Setelah beberapa lama dia baru menyadari dihormati dan ditakuti adalah hal yang sama namun berbeda, perbedaannya adalah dihormati akan selalu selama-selamanya walaupun sudah tidak ada di dunia ini lagi dan ditakuti hanya akan bertahan saat kita hidup dan jika kita sudah tidak ada lagi maka tidak ada lagi orang yang peduli kita akan dilupakan begitu saja.
Jadi anda pilih yang mana dihormati atau ditakuti yang jelas saya sendiri ingin dihormati, walaupun tidak mudah untuk dihormati kenapa tidak kita mulai dari sekarang.
READ MORE - DIOHORMATI ATAU DITAKUTIKAH KITA

9 Feb 2009

Hujan Yang kunikmati

Bulan Januari memang termasuk bulan yang masuk pada musim hujan. Hujan memang sangat kita tunggu pada saat musim kemarau. Saya sendiri merasa ingin cepat musim hujan pada musim kemarau.

Sekarang sudah musim hujan namun apa yang saya pikirkan pertama kali pada saat hujan beberapa tahun belakangan ini termasuk sekarang pertanyaan dan pikiran yang terlintas pertama saat hujan adalah apakah akan terjadi banjir kembali. Kapankah akan banjir lagi ? itulah pertanyaan yang tepat untuk pikiranku saat hujan.

Aneh jika dipikiran lagi kenapa pertanyaan itu selalu muncul. Apa salah banjir itu pada saya, padahal banjir ini tidak pernah yang namanya mengunjungi rumah saya. Oh saya lalu teringat saya pernah dibuatnya susah waktu yang lalu. Tepatnya 2 tahun yang lalu pada saat saya pulang latihan saya terjebak banjir saya tidak bisa pulang dan akhirnya harus menginap dirumah salah satu rumah teman saya.

Ternyata selama ini masih ada pikiran seperti itu, ternyata masih ada pikiran tentang kejaian yang lalu. Pada waktu itu memang banjir terasa deras sekali dan saya ingat waktu itu sumpah serapah apa saja yang keluar dari mulut ini. Oh ternyata karena itu toh setiap kali hujan yang terpikirkan hanya itu.

Hari Sabtu kemarin hujan mengguyur dengan derasnya. Saya yang waktu itu sedang mengumpul bersama teman-teman satu klub saya untuk latihan spesial. Pada latihan itu yang terpikirkan hanya satu bisa pulang tidak ya nanti. Latihan memang tidak lama sekitar 2 saja namun selesainya latihan tetap saja hujan mengguyur.
Dengan modal nekat saya memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Waktu itu saya tidak membawa kendaraan karena baik motor ataupun mobil sedang ada dibengkel. Bisa dibayangkan saya menerobos hujan itu tentunya basah kuyuplah saya. Setiap kali merasa tidak sanggup saya menepi ditempat yang ada pelindungnya.

Setelah dengan perjuangan akhirnya saya naik kendaraan umum menuju rumah saya. Saya kira perjuangan saya sudah sampai disana saja. Tapi perkiraan itu terbukti salah setelah turun dari angkutan umum itu untuk mencapai rumahku harus menempuh jarak lagi kurang lebih seratus meter.
Mau tak mau saya akhirnya jalan. Jalan itu terbilang kosong, karena memang mana ada disaat hujan deras ada yang mau keluar. Karena jalan kosong saya nekat jalan ditengah jalan. Dijalan itu entah menagapa saya merasakan ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang tidak saya rasakan beberapa tahun belakangan ini.

Saya menikmati hujan itu, entah mengapa. Hujan ini bukan lagi saya anggap sebagai bencana, namun saya sudah anggap sebagai teman. Saya merasa seperti anak kecil kembali yang baru melihat hujan. Saya merasa hujan ini sebagai anugrah
READ MORE - Hujan Yang kunikmati

4 Feb 2009

Sapuku Yang Kotor

Tidak betah itulah yang terasa pertama kali waktuku melihat rumahku ini. Sudah 3 hari tidak dibersihkan, orang tuaku pergi dan pembatu belum juga kembali jadi tidak ada yang membersihkannya seperti biasa. Rumahku ini terbilang cukup luas dan bertingkat jadi untuk menyapunya saja butuh waktu seharian.

Berat rasanya untuk menyapu rumahku ini karena saya sudah merasa terlalu lelah untuk melakukannya. Seharian memang kerjaan saya bisa dibilang berat belum lagi jika malamnya saya harus pergi ke klub atau lapangan dekat rumah, jadi terkadang jika waktu istirahat saya lebih saya sangat bersyukur.

Aneh memang jika saya lihat ke dalam rumah debu halus, pasir dan sampah lainnya sudah menumpuk dan memanggil saya untuk membersihkan semua itu. Maunya sih menunggu semuanya pulang jadi bukan saya yang melakukannya. Bukannya tidak mau tapi waktu dan terlalu lelah menghalangi saya jadi biarlah kotor dulu untuk sementara waktu.
Diluar rencana orang tuaku memutuskan untuk menghabiskan waktu lebih lama dari yang direncanakan. Tidak mungkin saya menghalangi hal itu karena memang saya merasa mereka layak mendapat waktu lebih lama untuk berlibur melihat yang selama ini mereka kerjakan.

Rumahku lagi-lagi harus terlantar dengan kondisi yang sudah parah. Setelah dipikr-dipikir lagi akhirnya saya memutuskan untuk merubah jadwal dihari sabtu saya. Dihari sabtu harusnya saya melatih dan menjadi mentor disuatu sekolah namun rencana itu sepertinya harus dibatalkan karena kondisi rumah yang terbilang parah.
Sabtunya saya mulai dengan membersihkan semua yang berhubungan dengan kaca dan merapikan semua yang berantrakan. Setelah itu barulah saya menyapu. Sapu yang biasa dipakai saya ambil dan mulai menyapu dari ruang tamu takut nantinya ada tamu. Setelah itu saya lanjutkan kekamar saya dan setelah melihat hasil kerjaan saya di ruang tamu betapa terkejutnya saya.

Ruangan itu bukannya tambah bersih tapi tambah kotor dari yang semula, aneh memang dan ternyata semua itu karena sapu yang saya pakai. Sapu itu kotor entah mengapa. Marah bukan main saya sudah lelah saya menyapu ternyata bukannya bersih eh malah kotor. Sumpah serapahpun keluar karena hal ini dan tidak biasanya saya semarah ini.
Kalau dilihat lagi kejadian yang saya alami percaya atau tidak juga dialami pemerintah. Pemerintah yang mau membersihkan korupsi namun tidak menyadari betapa kotornya “Sapu-sapu” yang mereka gunakan.Pemerintah tidak menyadari bahwa bukannya membersihkan tapi mereka hanya menambah kotor saja.

“Sapu-sapu” yang pemerintah gunakan memang tidak semuanya kotor, namun bagaimanapun juga “Sapu-sapu” yang kotor itu tetap saja mebuat kotor. Jadi pemerintah mau tidak mau harus memeriksa kembali “Sapu-sapu” yang mereka gunakan,jika tidak maka harapan kita untuk melihat pemerintahan yang bersih lenyap sudah.
READ MORE - Sapuku Yang Kotor

7 Jan 2009

THIS WEEK QUOTES

  • "Our fear of death is like our fear that summer will be short, but when we have had our swing of pleasure, our fill of fruit, and our swelter of heat, we say we have had our day.""

  • "A man's dreams are an index to his greatness."
READ MORE - THIS WEEK QUOTES

GAME RISE OF NATION

Game Rise Of Nation baru-baru ini saya install lagi dari koleksi gameku. Game ini mengisahkan tentang kebangkitan suatu Negara, game ini mengharuskan pemainnya menyerang Negara lainnya. Game ini memang menarik dikarenakan game ini menyajikan zaman-zaman yang terbilang cukup banyak mulai dari zaman prasejarah sampai zamannya nuklir seperti sekarang.

Selain itu game ini mempunyai keunikan sendiri yaitu masing-masing Negara mempunyai kekuatan special tersendiri sebagai contoh Rusia mempunyai kekuatan mata-mata dan banyak lainnya.

Di game ini saya lebih senang memakai roman. Roman saya pilih karena alasan pribadi yaitu karena saya suka sekali apapun yang berhubungan dengan italia. Roman mempunyai kekuatan awal yang hebat memiliki pasukan khusus pada awal zaman dan Negara lain jarang yang mempunyai pasukan khusus diawal zaman.

Pasukan khusus inilah yang membuat saya lebih senang untuk memulai perang pada zaman itu. Pasukan saya waktu itu tak tertandingi walaupun hanya dengan tombak, pedang,panah,dan catapult. Bagian yang paling saya sukai adalah waktu saya melihat pasukan saya bertempur dengan pasukan yang lain. Walaupun efek suaranya yang pas-pasan tapi saya bisa merasakan pertempuran itu seolah terjadi. Satu lawan satu adalah bagian lain yang juga saya sukai.

Dalam mengambil alih kota kita hanya perlu menyerang kota itu saja.Namun mau tak mau zaman harus berkembang kalau tidak pasukan saya akan kalah. Benar saja pada waktu saya menyerang Negara yang mempunyai teknologi tinggi pasukan saya kalah dalam sekejapoleh senapan-senapan dan tank-tank mereka. Tapi tidak mau ketinggalan saya juga mulai merubah zaman Negara saya menjadi seperti sekaang dimana ada nuklir dan pesawat stealth. Kedua hal itulah yang menjadi andalan saya waktu itu.

Saya hanya membuat pasukan sedikit untuk merebut kota Negara lain itu. Namun sebelum saya menyerang saya membuat nuklir terlebih dahulu sebelum menyerang dan saya luncurkan ke kota yang ingin saya capture. Nuklir itu tentu saja ampuh bukan hanya kota yang langsung hancur dan bisa langsung di capture saja namun warga-warga yang bekerja di sawah,penambangan dan penebanagn semuanya ikut hancur.

Pada saat nuklir itu menghantam terdengar efek suara jeritan tapi karena hanya permainan saya abaikan saja.Tentu saja saya tidak bisa memakai nuklir terus menerus karena akan terjadi armagedon tentunya tapi ada rudal dan pesawat stealth yang siap selalu. Lagi-lagi keduanya menyerang tidak pandang bulu semuanya hancur seperti nuklir tadi namun membutuhkan waktu yang agak lama.

Tiba-tiba kakak sepupu saya menelpon, saya heran kenapa itu terjadi karena jarang sekali dia menelpon. Saat dia menelpon cuma ada 3 kemungkinan yang pertama masalah teknologi yang kedua mengajak keluar dan ketiga hanay iseng. Saya kira pilihan yang tepat adalah yang ketiga karena bisa dibilang sudah larut untuk menelpon. Perkiraan saya meleset jauh ternyata ini soal teknologi.

Kakak sepupuku yang satu ini memang seorang WEB master dia selalu memantau pengunjung di berbagai situs dan yang kutahu jika pengunjung suatu situs itu naik menjadi 100% dari awal maka adala aplikasi sejenis alarm yang akn mengingatkan.

Setelah dilihat dia ternyata langsung meneloponku dan memberitahukan bahwa suatu website pengunjungnya sangat banyak. Penasaran akan hal ini saya lalu membuka Opera sebagai web browser default saya dan langsung menuju ke website yang dibertahu tadi. Memang benar bahwa website itu ramai pengunjung karena berita,artikel,video,foto-foto suatu peristiwa.

Peristiwa itu adalah serangan Israel ke Jalur Gaza yang menewaskan sedikitnya 300 orang. Lebih parahnya pada saat pesawat Israel membombardir kawasan itu ada satu video yang cukup mengerikan bagi saya yaitu pada saat bom dijatuhkan ada suara takbir dan jeritan di video itu entah rekayasa atau bukan.

Tidak sanggup saya melihatnya saya langsung menutup website ini dan melanjutkan permainan saya. Saat kembali bermain pikiran saya kacau entah mengapa. Saya lalu berhenti sejenak untuk melihat televisi saya dan benar perkiraan saya malam itu banyak berita tentang penyerangan itu. Selesai itu saya kembali ke depan computer saya. Kembali saya melanjutkan permainan rise of nation saya tapi kali ini terpaksa mulai kembali dari awal karena Negara saya sudah kalah.

Pada permainan itu lagi-lagi situasi yang terjadi persis sama dengan awal saya bermain, pasukan saya hanay dengan tombak,pedang,panah dan catapult lagi-lagi berhasil menaklukkan wilayah lain namun seperti pada awal tetap saja saya harus menggunakan nuklir untuk menang tapi kali itu saya berpikir lagi.

Saya berpikir menghubungkan kejadian di game dengan kejadian di jalur Gaza tadi. Saya berpikir kenapa harus ada teknologi nuklir, bom, rudal bahkan kenapa harus ada senapan. Misalnya peperangan hanya menggunakan tombak,pedang,panah dan masing-masing berhadapan pada satu medan luas untuk bertarung maka tidak ada korban lainnya bukan.

Saya berpikir perang jaman sekarang sudah lain dan melenceng dari buku yang saya baca “ART OF WAR”. Saya terkesan dengan buku itu yang banyak mengambil kisah-kisah perang jaman dulu sebelum ada senapan muali dari kisah oktavianus kaisar roma sampai revolusi amerika. Dimana pasukan yang akan bertempur berhadapan satu sama lain lalu dengan taktik masing-masing entah itu tombak di depan apa kavaleri (pasukan berkuda) di depan dan dengan seperi itu maka tidak harus ada korban rakyat sipil seperti perang jaman sekarang.

Rasanya saya prihatin dengan kondisi dunia ini sekarang yang mengabaikan tata cara yang sudah ada. Percaya atau tidak sekarang saya berharap perang seperti jaman dahulu.
READ MORE - GAME RISE OF NATION

3 Jan 2009

reume akhir tahun

Resume akhir tahun sangat penting artinya bagi beberapa orang.Di dalam resume tersebut mereka mengevaluasi diri mereka sendiri selama setahun apa saja yang telah mereka capai, kesalahan apa saja yang telah mereka lakukan, kegagalan apa saja yang telah terjadi dan cara mengatasinya untuk tahun berikutnya. Kurang lebih itulah isi resume beberapa orang. Resume akhir tahun juga member manfaat yang banyak dari kalangan pejabat, pengusaha sampai siswa untuk menjalani tahun-tahunnya dengan bermanfaat. 

Ini cerita tentang diri saya yang bisa dibilang hidup cukup teratur namun jika ada kesempatan lewat begitu saja. Pada awal tahun saya masuk sebuah SMP saya mendapat banyak kesempatan yang memang ingin saya capai, numun apakah sial atau apa saya tidak bisa memanfaatkan kesempatan tersebut. Sampai pada pengujung tahun saya tetap saja tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang ada sampai-sampai saya frustasi karena hal ini.

Akhirnya tahun berganti dengan harapan baru saya memulai tahun tersebut namun apa yang saya dapat sama saja tiap kali ada kesempatan lewat begitu saja, paling sialnya pas ada kesempatan pencarian bakat untuk pelatnas junior yang selama ini memang cita-cita saya untuk menjadi seorang pemain bulutangkis, saya gagal pada babak pertama padahal bisa dibilang lawan saya biasa saya kalahkan pada event-event lainnya. Akhirnya saya menanggap diri saya selalu sial, dengan pandangan akan selalu sial saya mengalami tahun terburuk selama saya hidup.

Sampai pada dimana saya berulang tahun ada kejutan yang tidak terduga saat itu, teman atau yang saya biasa panggil kakak karena dia lebih tua 8 tahun datang. Pada saat datang saya terkejut entah apa yang saya rasakan marah karena pada waktu dia pergi tidak bilang atau senang karena dia datang. Kedatangan dia membuat saya sedikit ceria. Dia sekarang sukses entah kenapa. Waktu kami bersama kami habiskan dengan pergi ke tempat biasa kami berkumpul disana saya menceritakan yang saya alami sepanjang tahun dan pada saat itu dia menyuruh saya mengambil memo yang memang saya bawa kemana-mana.

Pertama dia menyuruh saya menuliskan kegagalan yang saya alami, saya hanya menurutinya dan selesai saya tulis dia melihatnya dan berucap “Bukankan ini semua impian dan mimpimu de” saya hanya terdiam lalu dia kembali menyuruh saya menulis lagi kali ini dia menyuruh saya menulis apa saja yang ingin saya capai tahun depan dan impian saya untuk masa depan. Tidak beberapa lama saya menulis akhirnya dia melihat tulisan saya dan setelah itu dia kembali menyuruh saya menulis lagi untuk yang ketiga kalinya kali ini dia berkata“ sekarang tulis apa saja yang telah kamu lakukan untuk mencapai apa yang kamu tulis tadi.” Setelah saya selesai dia berkata “sekarang tulis kenapa kamu gagal tahun ini.” 

Selesai itu semua dia menyuruh saya membaca semua yang telah saya tulis. Sesudah saya membaca saya hanya diam tidak tahu apa maksud dari semua yang saya lakukan lalu teman yang saya panggil kakak itu berkata “mau tahu kenapa kakak sukses sekarang menjadi pimpinan cabang perusahaan, kakak hanya melakukan persis yang kamu lakukan menulis semua kegagalan, hal yang menyebabkan kakak gagal, impian baru kakak dan apa yang telah kakak lakukan untuk meraihnya hanya itu dan kakak membacanya tiap kali sebelum tidur dan lihat hasilnya sekarang.” Saya hanya terdiam mendengar kata-kata tersebut lalu kami pulang karena memang sudah larut.

Sepanjang perjalanan tidak ada satupun dari kami berbicara seperti yang kami lakukan pada saat pergi, kami berdua hanya terdiam menatap jalan yang sudah mulai kosong hanya beberapa kendaraan saja yang melintas. Sesampainya di rumah sebelum saya turun dia berkata “De apapun yang kamu lakukan pasti usaha terbaikmu tapi usaha tanpa persiapan dan evaluasi nggak ada artinya tadi bukannya kakak marah tapi melihatmu seperti ini bukan kamu yang dulu bukan kamu yang kakak kenal yang tidak akan menyerah apapun yang terjadi, kakak hanya kecewa lihat kamu yang sekarang untuk itu kakak mau kamu lihat dan baca yang kamu tulis tadi bukan hanya dibaca tapi renungkan ya.nah Itu namanya resume akhir tahun walaupun belum akhir tahun satu lagi kakak lakuin ini semua untuk kamu supaya kamu sukses nantinya dan kenapa sekarang karena kakak ngga yakin akhir tahun kita bisa ketemu soalnya kakak mau ngelanjutin S3 kakak di Amerika, pertengahan November nanti kakak berangkat doain ya nih email kakak ******@yahoo.co.id kalo ada apa-apa mau cerita atau apapun email aja ya inget kakak ya dah”. Setelah itu saya langsung pergi kekamar dan membaca yang saya tulis tadi setelah kurang lebih 5 kali saya baca saya seolah mendapat motivasi baru dan baru mengerti apa yang dikatan tadi. 

Tahun berikutnya saya jalani dengan begitu lancar seolah tidak ada rintangan. Resume akhir tahun selalu baca tiap sebelum tidur dan hasilnya memang saya rasakan walaupun tidak semua yang saya tulis menjadi kenyataan lalu jika ada saya mempunayai masalah yang terbilang berat saya menceriatakannya lewat email dan memang selalu dijawab untuk memacahkan masalh saya. Sampai saat inipun saya masih membuat resume akhir tahun dan membacanya tiap malam.

Bagaimana tertarik membuat resume akhir tahun? Simpel kok caranya cuma tulis 5 hal
1. Kegagalan yang terjadi tahun ini
2. Penyebab gagalnya kita
3. Keinginan untuk tahun depan
4. Apa saja yang telah kita lakukan untuk mencapainya
5. Dan yang terakhir tulis pendapat orang mengenai diri kita tahun ini
Simpelkan terus baca deh tiap malam sebelum tidur nantinya setidaknya impian kita tahun depan tercapai beberapa.
READ MORE - reume akhir tahun

21 Des 2008

3 KATA

3 KATA
Kita pastinya sering mendengar dan membaca mengenai ‘Menghargai Orang Lain’, tapi untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan diperlukan suatu kemauan dan usaha dari dalam diri kita sendiri. Dibawah ini adalah ilustrasi mengenai ‘Penghargaan Terhadap Orang Lain’ oleh seorang pemimpin perusahaan.

Dikisahkan di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang Direktur, diadakan sebuah sesi penyampaian pesan dan kesan atau kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya, yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut. Karena waktu yang terbatas maka kesempatan tersebut dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara tulisan yang paling berkesan, nantinya akan dipilih dan dibingkai untuk diabadikan.

Kemudian terpilihlan sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang Office Boy, yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu. Dia menulis semuanya dengan huruf kapital. Isinya adalah sebagai berikut :

YANG TERHORMAT 
PAK DIREKTUR,

TERIMA KASIH KARENA BAPAK TELAH MENGUCAPKAN KATA TOLONG SETIAP BAPAK MEMBERIKAN TUGAS YANG SEBENARNYA ADALAH TANGGUNGJAWAB SAYA.

TERIMA KASIH PAK DIREKTUR KARENA BAPAK TELAH MENGUCAPKAN MAAF SAAT BAPAK MENEGUR, MENGINGATKAN DAN BERUSAHA MEMBERITAHU SETIAP KESALAHAN YANG TELAH DIPERBUAT KARENA BAPAK INGIN SAYA MENGUBAHNYA MENJADI LEBIH BAIK.

TERIMA KASIH PAK DIREKTUR KARENA BAPAK SELALU MENGUCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA SAYA ATAS HAL – HAL KECIL YANG TELAH SAYA KERJAKAN UNTUK BAPAK.

TERIMA KASIH PAK DIREKTUR ATAS SEMUA PENGHARGAAN KEPADA ORANG KECIL SEPERTI SAYA, SEHINGGA SAYA BISA TETAP BEKERJA DENGAN SEBAIK – BAIKNYA DENGAN KEPALA TEGAK TANPA MERASA DIHINAKAN DAN DIKECILKAN. 

DAN SAMPAI KAPANPUN BAPAK ADALAH PAK DIREKTUR BUAT SAYA.

TERIMA KASIH SEKALI LAGI, SEMOGA TUHAN MERIDOI JALAN KEMANAPUN BAPAK BERADA.
AMIN


Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam – diam Pak Direktur mengusap genangan air mata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang Office Boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor. Pak Direktur tak pernah meyangka sama sekali, bahwa segala ucapannya yang sederhana itu ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti Office Boy tersebut. 

Tulisan Office Boy itupun akhirnya terpilih untuk diabadikan. Pemilihan itu disetujui oleh seluruh karyawan perusahaan yang hadir di pesta perpisahan sederhana itu. Dengan dibacakannya tulisan itu, semua juga setuju untuk meneruskan keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur sebagai budaya di perusahaan tersebut.

Tiga kata : Terima kasih, Maaf dan Tolong adalah kata pendek yang sederhana tapi punya dampak positif. Namun mengapa kata itu nampak sangat sulit diucapkan. Sebenarnya secara tidak langsung 3 kata itu telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. Apalagi jika kata itu diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya. Pemimpin bukanlah sekedar memerintah dan mengawasi, tapi lebih pada sikap memberi keteladanan lewat cara berpikir, ucapan dan tindakan, yang mampu membimbing, membina dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dan mencapai tujuan bersama.

Siapapaun kita tentunya kita perlu membiasakan diri mengucapkan kata – kata pendek seperti Terima kasih, Maaf dan Tolong dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.
Using the necessary “power” and sometimes the difficulties to keep you fate remember that


READ MORE - 3 KATA